large image
PEMBINAAN TATA TERTIB UKUR
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-05-07 -|- 11:24:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

Pembinaan Tata Tertib Ukur - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon menggelar Kegiatan Pembinaan Tata Tertib Ukur di Aula Rapat UPTD Pasar Baru Cilegon (Kranggot). Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberi pemahaman kepada pedagang akan pentingnya untuk melakukan Tera dan Tera Ulang terhadap alat UTTP yang dipakai untuk bertransaksi.


Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Tb. DIKRIE M, SE., MM, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon. Dengan peserta berasal dari pedagang/pelaku usaha yang ada di lingkungan Pasar Kranggot, dengan Narasumber Sosialisasi berasal dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Metrologi Kota Cilegon.


TTU


Dalam sambutannya Kepala Dinas mengatakan  dengan diberlakukannya Undang-Undang  Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan kemetrologian yang salah satu kegiatannya adalah Tera dan Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang semula menjadi urusan dan kewenangan provinsi, dengan terbitnya Undang-Undang tersebut maka urusan Kemetrologian menjadi urusan/kewenangan pemerintah   Kabupaten/Kota.


Dalam kegiatan perdagangan, baik itu barang maupun jasa hendaknya harus diukur, ditakar, atau ditimbang dengan menggunakan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) dengan dasar satuan ukuran dan cara pengukuran yang seragam (sama) yaitu yang sah dan berlaku menurut undang-undang yang telah ditetapkan.


Selanjutnya dalam setiap transaksi jual beli barang, baik kualitas maupun kuantitas harus selalu terjamin baik berupa jumlah maupun ukurannya, sehingga produsen, penjual, atau konsumen barang dagangan tersebut tidak  dirugikan, karena penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya tidak benar.


Sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal pada Pasal 25, setiap orang atau pedagang dilarang mempunyai, menaruh, memamerkan, memakai, atau menyuruh memakai alat-alat ukur, takar, timbang dan atau pelengkapannya yang bertanda batal atau tidak bertanda tera sah yang berlaku, atau tanda teranya rusak. Lalu setiap orang atau pedagang dilarang mempunyai, menaruh, memamerkan, memakai, atau menyuruh memakai alat-alat ukur, takar, timbang dan atau perlengkapannya yang setelah dilakukan perbaikan atau perubahan yang dapat mempengaruhi panjang, isi, berat atau penunjukkannya, yang sebelum dipakai kembali tidak disahkan oleh pegawai yang berhak. Juga dilarang mempunyai, menaruh, memamerkan, memakai atau menyuruh memakai alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang panjang, isi, berat, atau penunjukkannya menyimpang dari nilai yang seharusnya atau yang diizinkan.



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA